Proses penyusunan karya ilmiah seperti skripsi, tesis, maupun artikel jurnal memerlukan ketelitian dalam mencantumkan sumber rujukan. Penggunaan format yang terstruktur membantu pembaca menelusuri kembali informasi dasar yang digunakan penulis. Salah satu sistem sitasi yang paling populer dan diakui secara global di lingkungan akademik adalah APA Style (American Psychological Association).
Pedoman edisi ketujuh membawa sejumlah penyederhanaan yang memudahkan peneliti dalam mencantumkan referensi, baik yang berasal dari publikasi cetak, basis data jurnal digital, hingga laman situs web.
Ketentuan Pokok Sitasi Model APA Edisi Ketujuh
Penerapan format APA memiliki kaidah baku yang berlaku menyeluruh pada seluruh daftar rujukan. Poin penting yang wajib diperhatikan mencakup:
- Sistem Indentasi — Setiap baris kedua dan seterusnya dalam satu entri pustaka wajib menerapkan hanging indent (indentasi menggantung) sebesar 1,27 cm.
- Urutan Penulisan — Seluruh daftar susunan referensi diurutkan berdasarkan abjad nama belakang penulis utama.
- Struktur Nama Pengarang — Nama belakang diletakkan di depan, diikuti oleh inisial nama depan serta nama tengah.
- Kapitalisasi Judul — Judul tulisan atau artikel menerapkan aturan sentence case, artinya huruf kapital hanya dipakai pada kata pertama, kata pertama setelah tanda titik dua, dan kata nama diri.
- Akses Digital — Penggunaan alamat DOI (Digital Object Identifier) maupun URL disajikan dalam bentuk tautan aktif yang diawali dengan https://.
Standar Penulisan Rujukan dari Jurnal Ilmiah
Sumber ilmiah primer berupa artikel jurnal memerlukan kelengkapan data seperti nomor volume, nomor terbitan, jangkauan halaman, dan kode digital.
Jurnal Digital Berkode DOI
Jika artikel yang dirujuk memiliki kode identifikasi digital (DOI), cantumkan kode tersebut di bagian paling akhir dalam bentuk tautan.
Formula Dasar
Nama Belakang, Inisial. (Tahun Publikasi). Judul artikel. Nama Jurnal Ilmiah, Volume(Nomor Isu), Halaman. Tautan DOI
Contoh Penerapan
Kurniawan, D., & Rahmawati, E. (2023). Evaluasi efektivitas pembelajaran digital pada pendidikan tinggi. Jurnal Inovasi Pendidikan, 11(2), 88–101.
Jurnal Daring Tanpa Kode DOI
Apabila artikel diperoleh dari basis data daring atau repositori kampus yang tidak menyediakan DOI, gunakan alamat URL langsung dari halaman artikel tersebut.
Formula Dasar
Nama Belakang, Inisial. (Tahun Publikasi). Judul artikel. Nama Jurnal Ilmiah, Volume(Nomor Isu), Halaman. URL
Contoh Penerapan
Wibowo, S. (2022). Pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola lembaga pendidikan. Jurnal Manajemen Edukasi, 8(1), 15–29.
Standar Penulisan Rujukan dari Sumber Internet
Mengingat sifat konten internet yang sangat beragam, penulisan daftar pustaka dari media daring memerlukan penyesuaian berdasarkan ketersediaan informasi penulis.
Artikel Web dengan Penulis Perorangan
Gunakan nama individu jika penulis secara eksplisit tercantum dalam halaman tulisan tersebut.
Formula Dasar
Nama Belakang, Inisial. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul artikel web. Nama Platform Web. URL
Contoh Penerapan
Kusuma, A. (2024, 10 Februari). Aplikasi kecerdasan buatan dalam pengolahan data penelitian. Riset Edukasi.
Artikel Web dengan Penulis Organisasi atau Lembaga
Apabila tidak tertera nama penulis perorangan, lembaga atau instansi pemilik situs web bertindak sebagai pembuat karya.
Formula Dasar
Nama Instansi/Organisasi. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul artikel web. URL
Contoh Penerapan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2023, 18 Agustus). Pedoman tata kelola riset nasional.
Laman Web Tanpa Informasi Tanggal
Gunakan keterangan t.th. (tanpa tahun) jika tidak terdapat keterangan kapan konten dipublikasikan.
Contoh Penerapan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (t.th.). Prosedur pendaftaran hak cipta karya ilmiah.
Perbandingan Elemen Sumber Jurnal dan Internet
| Elemen Informasi | Rujukan Jurnal Ilmiah | Rujukan Situs Internet |
| Gaya Judul Artikel | Tegak (Sentence case) | Miring (Italics) |
| Gaya Nama Wadah | Nama Jurnal Dicetak Miring | Nama Situs Web Dicetak Tegak |
| Atribut Tambahan | Memuat Volume, Isu, dan Halaman | Memuat Tanggal dan Bulan Publikasi |
| Penanda Lokasi Tautan | Diutamakan Menggunakan DOI | Menggunakan URL Halaman Utama |
Kekeliruan Umum yang Perlu Dihindari
- Penggunaan Tanda Baca Titik Setelah URL — Alamat situs atau DOI tidak boleh diakhiri dengan tanda titik agar tidak merusak fungsi tautan.
- Penulisan Kata Pertama Kapital Semua — Hindari menuliskan judul menggunakan huruf besar pada tiap kata (Title Case), kecuali untuk nama majalah atau nama jurnal.
- Ketidaksesuaian Sitasi dalam Teks — Setiap nama yang tercantum di dalam daftar pustaka harus dapat ditemukan pada kutipan dalam paragraf (in-text citation), dan begitu pula sebaliknya.